Strategi pendanaan
suatu perusahaan dibuat dengan pertimbangan bagaimana membentuk struktur
pendanaan yang dapat meminimalkan biaya modal atau cost of capital. Sebagaimana diketahui, sumber pendanaan didalamperusahaan
mengandung biaya modal, diantaranya adalah utang yang mengandung biaya berupa
bunga dan ekuitas seperti saham yang juga mengandung biaya, yaitu berupa dividen. Kombinasi sumber pembiayaan
yang ada di perusahaan sering disebut bauran pendanaan (financing mix). Struktur yang membentuk komposisi bauran pendanaan
hutang jangka panjang dan modal sendiri disebut dengan struktur modal (capital structure).
Strategi struktur
modal menjadi penting karena dalam memilih apakah perusahaan menggunakan utang atau ekuitas (saham) membawa
konsekwensi terhadap risiko dan return. Jika perusahaan menggunakan utang,
maka perusahaan akan mendapat keuntungan yang berupa penghematan pajak (taxs
saving), dilain pihak penggunaan hutang juga akan menimbulkan risiko, karena
adanya beban tetap. Penggunaan dana dengan penerbitan saham (right issue)
juga mengandung konsekwensi baik positif maupun negatif.
·
Karakteristik
Utang dan Saham
Karakteristik
masing-masing sumber pendanaan menyangkut kompensasi dan bentuk perikatan sesuai
risiko yang melekat yang juga menggambarkan kelebihan dan kekurangan sehubungan
dengan fleksibilitas penggunaannya.
·
Keuntungan dan Kekurangan
Biaya Menggunakan Utang
Keuntungan
menggunakan utang bagi perusahaan dapat dirangkum dalam beberapa hal: Pertama, utang menyediakan manfaat
pajak karena pengeluaran bunga dapat merededuksi pajak. Manfaat pajak dari
utang juga bisa diekspresikan dalam istilah perbedaan antara biaya hutang sebelum pajak dan sesudah pajak. Kedua, utang bisa mendorong manajer
untuk lebih disiplin dalam pilihan-pilihan investasi mereka. Ketiga, utang tidak memberikan pihak
pemegang surat utang (debtholder) hak suara, sehingga tidak terjadi pergeseran
pengendalian perusahaan.
Adapun
beberapa hal yang diyakini sebagai beban atau kekurangan karena berutang antara
lain adalah sebagai berikut: Pertama,
utang dapat meningkatkan risiko karena kemungkinan perusahaan tidak mampu
memenuhi pembayaran tetapnya bahkan dapat juga berujung pada risiko kebangkrutan. Kedua,
utang akan meningkatkan potensi konflik antara 5pemberi utang (kreditor) dan
agen (dalam hal ini diwakili oleh manajer). Ketiga, utang menyebabkan perusahaan kehilangan
beberapa fleksibilitas berkaitan dengan pembiayaan di masa mendatang, karena adanya
rambu-rambu perjanjian (debt covenant) yang ditetapkan pada awal pinjaman dilakukan.
·
Keuntungan
dan Kekurangan Pendanaan Ekuitas
Keuntungan
menggunakan saham sebagai sumber pendanaan ada beberapa: Pertama, saham tidak mengharuskan perusahaan untuk membayar
dividen, meskipun demikian bukan berarti dana ekuitas yang masuk untuk kegiatan
usaha tidak mengandung biaya. Kedua,
dana yang digali dari saham (ekuitas) adalah sangat besar sehingga memungkinkan
bagi perusahaan untuk melakukan investasi dengan nilai yang juga besar. Ketiga, saham merupakan modal yang
dapat menjamin kerugian yang diderita perusahaan, sehingga saham dapat
meningkatkan kredibilitas perusahaan penerbit.
Sedangkan kelemahan dari penggunaan
saham sebagai sumber pendanaan adalah sebagai berikut: Pertama, penerbitan saham baru sering direspon negatif oleh pasar, sehingga
mengakibatkan harga saham turun. Kedua,
penerbitan saham menyebabkan dilusi kepemilikan saham, yaitu berkurangnya
presentase kepemilikan saham pemilik lama yang tidak memiliki cukup dana untuk
membeli saham baru yang berpotensi pada resistensi rencana penerbitan saham. Ketiga, penerbitan saham dapat
mengakibatkan pergeseran pengendalian. Keempat, biaya
pendanaan saham akan lebih tinggi dibandingkan 6 dengan utang karena banyak
melibatkan pihak lain, seperti penjamin emisi (underwriter), notaris dan lain-lain.
·
Tipe
Pendanaan Jangka Pendek:
-
Pendanaan
Spontan adalah jenis pendanaan yang berubah secara otomatis dengan berubahnya
tingkat kegiatan perusahaan (misal dilihat dari penjualan perusahaan). Contoh :
utang dagang dan utang akrual.
Pendanaan
Spontan
Jenis
pendanaan ini memiliki karakter jika aktifitas persahaan berubah maka sumber
pendanaanpun ikut berubah secara otomatis. Beberapa bentuk sumber dana spontan
antara lain : utang dagang rekening-rekening akrual (misalnya pembayaran upah
atau gaji atau pembayaran pajak). Utang dagang timbul karena perusahaan membeli
pasokan dari supplier dengan kredit, sedang utang pajak terjadi karena pajak
dibayar setiap tanggal tertentu dalam satu tahunnya. Rerata utang dagang =
Nilai Utang / Perputaran Utang Perputaran utang dalam satu tahun = Periode
Waktu / Jangka Waktu Kredit
-
Pendanaan
Tidak Spontan adalah jenis pendanaan yang tidak berubah secara otomatis dengan
berubahnya tingkat kegiatan perusahaan. Contoh : utang yang diperoleh dari
bank. Pendanaan Tidak Spontan Jenis pendanaan ini memiliki karakter bahwa untuk
memperoleh, menambah maupun mengurangi dana, perusahaan membutuhkan waktu untuk
negosiasi atau perundingan secara formal. Beberapa bentuk sumber dana tidak
spontan antara lain:
1.
Commersial Paper. Merupakan surat utang jangka pendek (jangka waktu 30-90) hari
tanpa jaminan yang dikeluarkan perusahaan besar dan dijual langsung ke
investor. Biasannya hanya perusahaan besar yang bisa mengeluarkan commersial
paper.
2.
Pinjaman Kredit. Berasal dari lembaga keuangan dan lembaga keuangan non bank.
Pinjaman dari bank ada 2 jenis: (a) Kredit Transaksi, yaitu kredit yang
ditujukan untuk tujuan spesifik tertentu. (b) Kredit Lini, dengan pinjaman ini,
peminjam bisa meminjam sampai jumlah maksimum tertentu, yang menjadi plafon (batas
atas pinjaman)
3.
Factoring atau anjak piutang berarti menjual piutang dagang. Dari segi
perusahaan yang mempunyai piutang, factoring memunyai manfaat karena perusahaan
tidak perlu menunggu sampai piutang jatuh tempo untuk memperoleh kas. Piutang
juga memperoleh manfaat karena factoring merupakan alternative investasi.
4.
Menjaminkan Piutang. Alternatif lain dari menjual piutang adalah menggunakan
piutang sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman. Dengan alternatif ini,
kepemilikan piutang masih ada di tangan perusahaan. Jika pinjaman tidak
terbayar, piutang yang dijadikan jaminan bisa digunakan untuk melunasi
pinjaman.
5.
Menjaminkan Barang Dagangan (Persediaan). Perusahaan bisa menjaminkan barang
dagangan untuk memperoleh pinjaman. Prosedur yang dipakau akan sama dengan
penjaminan piutang. Pemberi jaminan akan mengevaluasi nilai persediaan,
kemudian akan memberikan pinjaman dalam presetase tertentu dari nilai
persediaan yang dijaminkan.
6. Akseptasi
Bank
7.
Report
·
Sifat Dasar Perusahaan dan
Sumber-sumber Pendanaannya
Faktor-faktor
yang menentukan keuangan:
1. Potensi ekonomi perusahaan. Usaha untuk memiliki
prospek pertumbuhan dan kemampulabaan dalam jangka panjang.
2. Kematangan perusahaan (maturity of the
company). Posisi siklus hidup produk dalam bisnis atau usaha.
3. Sifat dasar asset-asetnya. Besarnya asset
kelihatan atau tudak kelihatan yang dimiliki oleh perusahaan.
4. Pilihan-pilihan ppemilik untuk utang atau
modal sendiri. Pertimbangan mengenai pilihan kebutuhan antra mencari utang atau
menggunakan modal sendiri sehingga biaya modal dapat dikurangi.
Sumber Pendanaan Usaha
Terdapat dua
sumber utama pendanaan usaha, yaitu ekuitas dan utang. Ekuitas yaitu pemilik
mengiventasikan laba perusahaannya untuk ditempatkan dalam perusahaan guna
memperkecil resiko pengembalian dalam tingkat yang rendah, sedangkan utang
adalah mengandung resiko, pemberi pinjaman pertama kali menarik laba dan harus
dibayar sekalipun perusahaan tidak ada laba atau dalam kondisi merugi.
Kedua sumber
pendanaan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pendanaan ekuitas (modal sendiri). Dapat
diperoleh dari tabungan individu, teman dan atau saudara, investor perorangan
lain, perusahaan-perusahaan besar, perusahaan modal ventura, dan penjualan
saham.
2. Pendanaan dari utang (pinjaman). Dapat
diperoleh dari teman atau saudara, investor perorangan lainnya, para pemasok
bahan baku pemberi pinjaman berbentuk asset, bank-bank komersial,
program-program yang didukung oleh pemerintah, lembaga-lembaga keuangan swadaya
masyarakat, perusahaan-perusahaan besar dan perusahaan modal ventura.
·
Pembiayaan Utang Atau Modal
Sendiri
Pilihan
untuk pembiayaan utang atau modal berdasarkan hal berikut ini:
1. Kemampu-labaan potensial. Apakah peminjaman
dapat meningkatkan potensi tingkat pengembalian yang lebih tinggi pada modal
sendiri pemilik, menyingkap perusahaan pada resiko keuangan yang lebih tinggi.
2. Risiko keuangan. Investasi modal sendiri
pemilik membatasi potensi pengembalian modal sendiri, resiko keuangan lebih
rendah bagi perusahaan.
3. Pemungutan suara. Peningkatan modal sendiri
melalui pinjamana yang mensyaratkan pemilik untuk membagi pengawaasannya dengan
pihak investor luar.
·
Sumber-sumber Pendanaan Lain:
a)
Perusahaan modal ventura
Merupakan kelompok investor atau investasi yang memasukkan uangnya pada
usaha bisnis baru.
b)
Institusi keuangan berbasis komunitas atau lembaga
swadaya masyarakat.
c)
Pemberi pinjaman yang menyediakan pendanaan untuk
bisnis kecil milik masyarakat berpendapatan rendah guna membesarkan
pengembangan ekonomi seperti koperasi primer tertentu.
d)
Perusahaan-perusahaan besar:
- Bantuan pendanaan dan teknik kepada pemasok kritis serta pengembang
teknologi
- Penjualan saham (stock sales)
- Penempatan pribadi (private placement)
- Penjualan saham modal perusahaan untuk dikoleksi individual
- Penawaran umum pertama (initial public offering-IPO) saham
- Penempatan perusahaan di bawah peraturan-peratuan surat berharga bursa
efek
Berikut ini akan dibahas secara singkat mengenai sumber–sumber dana yang
bisa menyediakan modal untuk usaha:
a)
Dana Pribadi
Berasal dari tabungan pribadi atau deposito, menjual barang–barang berharga
dan sebagainya. Kelebihan dari dana ini adalah merupakan dana yang paling murah
karena tidak dikenakan beban bunga. Kekurangannya ialah jumlah yang terbatas.
b)
Dana dari sistem gadai
Dapat diperoleh dengan menggadaikan barang maupun surat berharga ke lembaga
formal maupun non-formal, misalkan rumah gadai. Prosedur untuk mendapatkan dana
ini relatif sederhana, keterbatasannya ada pada jumlahnya yang biasanya
terbatas dan juga jangka waktu pinjaman yang relatif pendek.
c)
Pinjaman kepada lembaga non-formal
Dana didapatkan dari pinjaman arisan keluarga atau kelompok pertemanan
ataupun meminjam dari rentenir. Caranya sederhana namun jangka waktu pinjaman
juga relatif pendek.
d)
Bermitra / berpartner
Mendapatkan pendanaan dengan mengundang investor untuk memodali usaha, atau
pendanaan dari lemabaga pengembangan kemitraan. Dana juga bisa diperoleh
melalui usaha modal ventura. Dana semacam ini tergolong murah karena tidak ada
beban bunga dan kemungkinan perusahaan tumbuh lebih cepat sangat besar.
Kekurangannya adalah proses mendapatkannya sangat lama sehingga tidak dapat
diandalkan untuk keperluan dana yang sangat mendesak
e)
Hibah
Mendapatkan dana dari perusahaan atau lembaga yang mempunyai program
pengembangan kewirausahaan. Dana jenis ini tergolong sangat murah tetapi
persaingan untuk memperolehnya sangat ketat.
f)
Pinjaman ke lembaga non-bank
Jenis pinjaman ini antara lain pinjaman ke komperasi simpan pinjam atau
BPR, pinjaman ke lembaga pembiayaan maupun leasing. Prosedurnya relatif lebih
mudah dibandingkan dengan dengan lembaga perbankan. Nilai pinjaman juga bisa
dinegosiasikan demikian juga dengan jangka waktu pinjamannya. Kekurangannya
terkadang suku bunga yang ditawarkan lebih tinggi. Bila ingin meminjam di
koperasi, peminjam harus menjadi anggota terlebih dahulu.
g)
Pinjaman ke bank
Dana didapatkan dengan meminjam langsung ke bank. Kendala terbesar adalah
pada prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemohon kredit. Pinjaman
ini relatif aman karena perjanjiannya jelas dan juga ada pengawasan dari pihak
bank. Jumlah pinjaman relatif besar bila dibandingkan dengan sumber pendanaan
lainnya.
h)
Pasar modal
Menerbitkan surat hutang dan ditawarkan ke publik melalui pasar modal.
Untuk kebutuhan dana yang sangat besar maka pinjaman ini bisa menjadi salah
satu pilihan yang tepat. Namun banyak syarat dan prosedur yang harus terpenuhi
terlebih dahulu sebelum pemohon dana layak menerbitkan surat utang ke publik.
Selain itu juga perusahaan wajib menampilkan laporan keuangan setiap periode.
(Himawan Hartono).
Selain itu masih terdapat sumber
pendanaan yang lainnya, yaitu Sumber Pembiayaan
Jangka Panjang dan Pembiayaan Saham Biasa, pendanaan ini merupakan pendanaan
yang didasarkan pada pecking order theory, urutan pendanaan untuk
meningkatkan nilai perusahaan dilakukan berdasarkan pendanaan yang memiliki
risiko lebih kecil yaitu pertama laba ditahan, diikuti dengan hutang, dan yang
terakhir ekuitas baru Myers (1984).
Keputusan pendanaan adalah keputusan
tentang bagaimana perusahaan mendanai aset-asetnya. Dengan kata lain berkaitan tentang jenis-jenis sumber dana dan konposisi dari
tiap sumber dana itu. Sumber dana dapat
dibedakan menjadi sumber dana jangka pendek
dan panjang. Sumber dana jangka panjang
terdiri dari hutang jangka panjang dan ekuitas.
·
Sumber dana pada setiap
tahap perkembangan perusahaan:
-
Pendirian
Seperti: Tabungan Pribadi, Kredit dagang.
-
Pertumbuhan
Seperti: Dana Internal, Kredit Bank, dan
Modal Ventura.
-
Kedewasaan
Seperti: Go Public melalui pasar uang dan pasar modal.
-
Matang dan Kemunduran
Seperti: Dana
Internal, Pembelian kembali Saham, Diversifikasi dan Merger.
Sumber
pembiayaan jangka panjang perusahaan yang utama:
-
Saham preferen.
-
Saham biasa.
Sumber: